Belajar Arduino Part 1: Pengenalan Arduino
Apa itu Arduino? Kali ini kita akan membahas Arduino, sekilas tentang Arduino itu sendiri adalah suatu produk yang berlabel Arduino yang sebenarnya adalah board Microcontroler yang dikemas praktis sehingga semakin mudah menggunakannya dan didukung oleh software yang gratis dan tersedianya bahasa pemograman yang mudah bagi siapa saja yang ingin menggelutinya, salah satu produknya adalah Arduino Uno board Microcontroer 8 bits yang menggunakan IC Atmega 328 buatan ATMEL dan board Arduino Uno tersebut akan kita gunakan untuk percobaan pembahasan Arduino setelah ini. Nah bagi pemula maka akan bertanya-tanya apa itu Microcontroler??? Jika kita bicara tentang Microcontroler, maka tidak terlepas dengan pengertian atau definisi tentang Komputer itu sendiri, mengapa? Ada kesamaan-kesamaan antara Microcontroler dengan komputer (atau Microcomputer atau Microprosesor yang biasa disebut dengan Prosesor), antara lain:
Arduino Uno Jenis yang ini adalah yang paling banyak digunakan. Terutama untuk pemula sangat disarankan untuk menggunakan Arduino Uno. Dan banyak sekali referensi yang membahas Arduino Uno. Versi yang terakhir adalah Arduino Uno R3 (Revisi 3), menggunakan ATMEGA328 sebagai Microcontrollernya, memiliki 14 pin I/O digital dan 6 pin input analog. Untuk pemograman cukup menggunakan koneksi USB type A to To type B. Sama seperti yang digunakan pada USB printer.
Arduino Due Berbeda dengan saudaranya, Arduino Due tidak menggunakan ATMEGA, melainkan dengan chip yang lebih tinggi ARM Cortex CPU. Memiliki 54 I/O pin digital dan 12 pin input analog. Untuk pemogramannya menggunakan Micro USB, yang biasa terdapat pada beberapa handphone. Arduino Mega Mirip dengan Arduino Uno, sama-sama menggunakan USB type A to B untuk pemogramannya. Tetapi Arduino Mega, menggunakan Chip yang lebih tinggi ATMEGA2560. Dan tentu saja untuk Pin I/O Digital dan pin input Analognya lebih banyak dari Uno.
Arduino Leonardo Bisa dibilang Leonardo adalah saudara kembar dari Uno. Dari mulai jumlah pin I/O digital dan pin input Analognya sama. Hanya pada Leonardo menggunakan Micro USB untuk pemogramannya. Arduino Fio Bentuknya lebih unik, terutama untuk socketnya. Walau jumlah pin I/O digital dan input analognya sama dengan uno dan leonardo, tapi Fio memiliki Socket XBee. XBee membuat Fio dapat dipakai untuk keperluan projek yang berhubungan dengan wireless.
Arduino Lilypad Bentuknya yang melingkar membuat Lilypad dapat dipakai untuk membuat projek unik. Seperti membuat amor iron man misalkan. Hanya versi lamanya menggunakan ATMEGA168, tapi masih cukup untuk membuat satu projek keren. Dengan 14 pin I/O digital, dan 6 pin input analognya.
Arduino Nano Sepertinya namanya, Nano yang berukulan kecil dan sangat sederhana ini, menyimpan banyak fasilitas. Sudah dilengkapi dengan FTDI untuk pemograman lewat Micro USB. 14 Pin I/O Digital, dan 8 Pin input Analog (lebih banyak dari Uno). Dan ada yang menggunakan ATMEGA168, atau ATMEGA328. Arduino Mini Fasilitasnya sama dengan yang dimiliki Nano. Hanya tidak dilengkapi dengan Micro USB untuk pemograman. Dan ukurannya hanya 30 mm x 18 mm saja.
Arduino Micro Ukurannya lebih panjang dari Nano dan Mini. Karena memang fasilitasnya lebih banyak yaitu; memiliki 20 pin I/O digital dan 12 pin input analog.
Arduino Ethernet Ini arduino yang sudah dilengkapi dengan fasilitas ethernet. Membuat Arduino kamu dapat berhubungan melalui jaringan LAN pada komputer. Untuk fasilitas pada Pin I/O Digital dan Input Analognya sama dengan Uno.
Arduino Esplora Rekomendasi bagi kamu yang mau membuat gadget sepeti Smartphone, karena sudah dilengkapi dengan Joystick, button, dan sebagainya. Kamu hanya perlu tambahkan LCD, untuk lebih mempercantik Esplora.
Arduino Robot Ini adalah paket komplit dari Arduino yang sudah berbentuk robot. Sudah dilengkapi dengan LCD, Speaker, Roda, Sensor Infrared, dan semua yang kamu butuhkan untuk robot sudah ada pada Arduino ini.
- Sama-sama memiliki unit pengolah data atau yang lebih dikenal dengan CPU (Central Processing Unit);
- CPU tersebut sama-sama menjalankan program dari suatau lokasi atau tempat, bisanya dari ROM (read only memori) atau RAM (Random Access Memory);
- Sama-sama memiliki RAM yang digunakan untuk menyimpan data-data sementara atau yang lebih dikenal dengan variable-variable;
- Sama-sama memiliki beberapa keluaran dan masukan (I/O) yang digunakan untuk melakukan komunikasi timbal-balik dengan dunia luar;
- CPU pada Microkomputer berada eksternal dalam suatu system, sampai saat ini kecepatan operasionalnya sudah mencapai tingkat lebih dari 2 GHz, sedangkan CPU pada Microcontroler berada internal dalam sebuah chip kecepatan bekerja masih cukup rendah, dalam orde MHz (missal, 24 MHz, 40 MHz, dan lain sebagainya). Kecepatan yang relative rendah ini sudah mencukupi untuk aplikasi-aplikasi berbasis Microcontroler.
- Jika CPU pada Microcontroler menjalankan program dalam ROM atau yang lebih dikenal dengan BIOS pada saat awal dihidupkan, kemudian mengambil atau menjalankan program yang tersimpan dalam hard disk. Sedangkan Microcontroler ejak awal menjalankan program yang tersimpan dalam ROM internal-nya (bisa berupa Mask ROM atau Flas PEROM). Sifat memori program non volatile, artinya tetap akan tersimpan walau tidak diberi catu daya
- RAM pada mikrokontroer bisa mencapai ukuran MByte dan bisa di-upgrade ke ukuran yang lebih besar dan berlokasi di luar chip CPU-nya, yang bersangkutan dan ukurannya sangat minim, misalnya128 byte, 256 byte dan seterusnya dan ukuran yang relative kecil inipun dirasa cukup untuk aplikasi-aplikasi Microcontroler
- Keluaran dan masukan pada Microcomputer jauh lebih komplek dibandingkan dengan Microcontroler, yang jauh lebih senderhana, selain itu, pada Microcontroler tingkat akses keluaran dan masukan bisa dalam satuan per bit
- “Tertanam” (atau Embedded) dalam beberapa piranti (umumnya merupakan produk konsumen) atau yang dikenal dengan istlah Embedded System atau Embedded Controller,
- Terdedikasi untuk satu macam aplikasi saja (lihat contoh-contoh yang akan saya terangkan pada bagian berikutnya);
- Hanya membutuhkan daya yang rendah (low power) sekitar 50mWatt (anda bandingkan dengan komputer yang bisa mencapai 50 Watt lebih);
- Memiliki beberapa keluaran dan masukan yang terdedikasi, untuk tujuan atau fungsi-fungsi khusus;
- Kecil dan relative lebih murah ( IC seri ATmega dipasaran serendah-rendahnya bisa mencapai Rp. 15.000,00 sedangkan Basic Stamp bisa mencapai Rp. 500.000,00);
- Seringkali tahan banting, terutama untuk aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan mesin atau otomotif atau militer.
Contoh IC Microcontroler
Contoh dari Microprosesor atau yang biasa dikenal dengan Prosesor yang biasa berada di Motherboard CPU Komputer
Pengertian Arduino Arduino adalah pengendali micro singel-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemograman sendiri. Arduino juga merupakan platform hardware terbuka yang ditunjukan kepada siapa saja yang ingin membuat purwarupa peralatan elektronik interaktif berdasarkan hardware dan software yang fleksibel dan mudah digunakan. Microcontroler diprogram menggunakan bahasa pemograman Arduino yang memiliki kemiripan syntax dengan bahasa pemograman C. Karena sifatnya yang terbuka maka siapa saja dapat mengunduh skema hardware arduino dan membangunnya. Arduino menngunakan keluarga Microcontroler ATMega yang dirilis oleh Atmel sebagai basis, namun ada individu/perusahaan yang membuat clone Arduino dengan menggunakan Microcontroler lain dan tetap kompatibel dengan Arduin pada level hardware. Untuk fleksibilitas, program dimasukkan melalui bootloader meskipun ada opsi untuk membypass bootloader dan menggunakan downloader untuk memprogram Microcontroler secara langsung melalui port ISP Sejarah Singkat Arduino Semua berawal dari sebuah thesis yang dibuat oleh Hernando Barragam, di Institute Ivrea, Italia pada tahun 2005, dikembangkan oleh Massimo Banzi dan David Cuartielles dan diberi nama Arduin of Ivrea. Lalu diganti nama menjadi Arduino yang dalam bahasa Italia berarti teman yang berani. Tujuan awal dibuat Arduino adalah untuk membuat perangkat mudah dan murah, dari perangkat yang ada saat itu. dan perangkat tersebut ditunjukan untuk para siswa yang akan membuat perangkat desain dan interaksi. Visi awalnya aja udah mulia kan. Saat ini tim pengembangnya adalah Massimo Banzi, David Cuartielles, Tom Igoe, Gianluca Martino, David Mellis, dan Nicholas Zambetti. Mereka mengupayakan 4 hal dalam Arduino ini, yaitu:
/*
Arduino 2x16 LCD - Detect Buttons
modified on 18 Feb 2019
by Saeed Hosseini @ Electropeak
https://electropeak.com/learn/
*/
#include
//LCD pin to Arduino
const int pin_RS = 8;
const int pin_EN = 9;
const int pin_d4 = 4;
const int pin_d5 = 5;
const int pin_d6 = 6;
const int pin_d7 = 7;
const int pin_BL = 10;
LiquidCrystal lcd( pin_RS, pin_EN, pin_d4, pin_d5, pin_d6, pin_d7);
void setup() {
lcd.begin(16, 2);
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("Electropeak.com");
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print("Press Key:");
}
void loop() {
int x;
x = analogRead (0);
lcd.setCursor(10,1);
if (x < 60) {
lcd.print ("Right ");
}
else if (x < 200) {
lcd.print ("Up ");
}
else if (x < 400){
lcd.print ("Down ");
}
else if (x < 600){
lcd.print ("Left ");
}
else if (x < 800){
LCD.print ("Select");
}
}
Pengertian Arduino Arduino
- Harga terjangkau
- Dapat dijalankan diberbagai sistem operasi, Windows, Linux, Max, dan sebagainya.
- Senderhana, dengan bahasa pemograman yang mudah bisa dipelajari orang awam, bukan orang teknik saja.
- Open Source, Hardware maupun software
Arduino Uno Jenis yang ini adalah yang paling banyak digunakan. Terutama untuk pemula sangat disarankan untuk menggunakan Arduino Uno. Dan banyak sekali referensi yang membahas Arduino Uno. Versi yang terakhir adalah Arduino Uno R3 (Revisi 3), menggunakan ATMEGA328 sebagai Microcontrollernya, memiliki 14 pin I/O digital dan 6 pin input analog. Untuk pemograman cukup menggunakan koneksi USB type A to To type B. Sama seperti yang digunakan pada USB printer.
Arduino Due Berbeda dengan saudaranya, Arduino Due tidak menggunakan ATMEGA, melainkan dengan chip yang lebih tinggi ARM Cortex CPU. Memiliki 54 I/O pin digital dan 12 pin input analog. Untuk pemogramannya menggunakan Micro USB, yang biasa terdapat pada beberapa handphone. Arduino Mega Mirip dengan Arduino Uno, sama-sama menggunakan USB type A to B untuk pemogramannya. Tetapi Arduino Mega, menggunakan Chip yang lebih tinggi ATMEGA2560. Dan tentu saja untuk Pin I/O Digital dan pin input Analognya lebih banyak dari Uno.
Arduino Leonardo Bisa dibilang Leonardo adalah saudara kembar dari Uno. Dari mulai jumlah pin I/O digital dan pin input Analognya sama. Hanya pada Leonardo menggunakan Micro USB untuk pemogramannya. Arduino Fio Bentuknya lebih unik, terutama untuk socketnya. Walau jumlah pin I/O digital dan input analognya sama dengan uno dan leonardo, tapi Fio memiliki Socket XBee. XBee membuat Fio dapat dipakai untuk keperluan projek yang berhubungan dengan wireless.
Arduino Lilypad Bentuknya yang melingkar membuat Lilypad dapat dipakai untuk membuat projek unik. Seperti membuat amor iron man misalkan. Hanya versi lamanya menggunakan ATMEGA168, tapi masih cukup untuk membuat satu projek keren. Dengan 14 pin I/O digital, dan 6 pin input analognya.
Arduino Nano Sepertinya namanya, Nano yang berukulan kecil dan sangat sederhana ini, menyimpan banyak fasilitas. Sudah dilengkapi dengan FTDI untuk pemograman lewat Micro USB. 14 Pin I/O Digital, dan 8 Pin input Analog (lebih banyak dari Uno). Dan ada yang menggunakan ATMEGA168, atau ATMEGA328. Arduino Mini Fasilitasnya sama dengan yang dimiliki Nano. Hanya tidak dilengkapi dengan Micro USB untuk pemograman. Dan ukurannya hanya 30 mm x 18 mm saja.
Arduino Micro Ukurannya lebih panjang dari Nano dan Mini. Karena memang fasilitasnya lebih banyak yaitu; memiliki 20 pin I/O digital dan 12 pin input analog.
Arduino Ethernet Ini arduino yang sudah dilengkapi dengan fasilitas ethernet. Membuat Arduino kamu dapat berhubungan melalui jaringan LAN pada komputer. Untuk fasilitas pada Pin I/O Digital dan Input Analognya sama dengan Uno.
Arduino Esplora Rekomendasi bagi kamu yang mau membuat gadget sepeti Smartphone, karena sudah dilengkapi dengan Joystick, button, dan sebagainya. Kamu hanya perlu tambahkan LCD, untuk lebih mempercantik Esplora.
Arduino Robot Ini adalah paket komplit dari Arduino yang sudah berbentuk robot. Sudah dilengkapi dengan LCD, Speaker, Roda, Sensor Infrared, dan semua yang kamu butuhkan untuk robot sudah ada pada Arduino ini.





artikelnya bagus gan, kunjungi juga website saya di " PENGENALAN DENGAN ARDUINO DAN JENIS ARDUINO – ARDUINO PROJECT "
ReplyDeleteatau link.nya di http://www.argayudhaadhiprama.com/pengenalan-dengan-arduino/
trimakasih dari argayudhaadhiprama.com
Terima kasih mas tutorialnya mengenai Arduino
ReplyDeletesalam kenal
Mantep gan, ditunggu lagi tutorial2 tentang arduino lainya :) salam kenal
ReplyDeleteTerima kasih untuk sharing artikelnya. Ditunggu update nya lagi.
ReplyDeleteDapatkan buku Arduino baru berdiskon hanya di :
http://www.honbookstore.com/search/label/Teknik